Minggu, 18 Juni 2017

Mengapa Makanan Berlemak Dapat Meningkatkan Kolestrol?


Kolestrol adalah lemak yang terdapat di dalam aliran darah atau sel tubuh yang sebenarnya dibutuhkan untuk pembentukan dinding sel dan sebagai bahan baku beberapa hormon. Kolestrol secara alami bisa dibentuk oleh tubuh, selebihnya di dapat dari makanan hewani, seperti daging, unggas, ikan, margarin, keju, dan susu. Adapun makanan yang berasal dari nabati, seperti buah, sayur, dan beberapa biji-bijian, tidak mengandung kolestrol


Mengapa Makanan Berlemak Dapat Meningkatkan Kolestrol?


Terdapat dua jenis kolestrol dalam tubuh, yaitu kolestrol jahat (low density lipoprotein/LDL) dan kolestrol baik (high density lipoprotein/HDL). Terlalu banyak kolestrol LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan lemak dipembuluh darah arteri. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya aliran darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Kadar kolestrol darah sangat dipengaruhi oleh lemak yang kita konsumsi. Sebenarnya lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Berbicara tentang lemak, sebenarnya lemak itu sendiri merupakan unsur yang memiliki fungsi sebagai pembantu proses metabolisme tubuh dari vitamin yang larut dalam lemak.  Tidak semua jenis lemak itu membahayakan tubuh. Ada jenis lemak baik dan ada juga lemak jahat. Namun kita harus bisa memilih dan membedakan antara keduanya agar tidak tertukar mengkonsumsi lemak jahat. Berikut adalah informasi mengenai lemak baik da lemak jahat :

Lemak Baik

Lemak baik pada umumnya terdapat dalam jenis lemak tidak jenuh. 

Jenis-jenis lemak baik :

1. Asam lemak tak jenuh tunggal

Jenis lemak ini ditemukan pada berbagai makanan dan minyak, seperti alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan, seperti kacang almond dan hazelnut. Asam lemak ini membantu mempertahankan kadar kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh tunggal dapat meningkatkan kadar kolesterol darah yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Penelitian juga menunjukkan bahwa asam lemak ini bermanfaat untuk mengontrol kadar insulin dan kadar gula darah yang akan menurunkan risiko penyakit diabetes melitus tipe 2.

2. Asam lemak tidak jenuh ganda

Jenis lemak ini banyak ditemukan di makanan yang ditanam, seperti buah-buahan dan sayuran, serta juga dapat ditemukan dalam minyak sayur. Asam lemak ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh ganda dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

Lemak Jahat

Lemak jahat dapat diperoleh tubuh dari jenis lemak jenuh dan lemak trans.

1.Lemak jenuh

Lemak jenuh terdapat pada makanan, seperti daging merah, ayam, produk susu, seperti keju dan es krim, santan, mentega, dan margarin. Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Jenis kolesterol inilah yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.

2. Lemak trans

Jenis lemak ini biasanya terdapat dalam jumlah sedikit pada makanan, seperti pada daging dan produk susu. Sebagian besar lemak trans dapat ditemukan dalam makanan yang digoreng. Makanan yang melalui proses penggorengan mengandung lemak trans karena minyak sayur yang dipakai untuk menggoreng mengalami proses hidrogenasi parsial yang menghasilkan lemak trans pada makanan tersebut. Hidrogenasi parsial lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL serta menurunkan kadar kolesterol HDL. Oleh karena itu, terlalu banyak mengonsumsi makanan yang digoreng dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Asupan lemak trans direkomendasikan tidak lebih dari 2% energi yang didapat dari makanan.



Kolesterol sebagian besar diproduksi di hati dari berbagai jenis lemak yang dimakan oleh Anda. Sehingga, jika Anda terlalu banyak makan makanan yang mengandung lemak trans, maka kadar kolesterol LDL Anda akan meningkat. Jenis lemak yang kita makan mempengaruhi jumlah total kolesterol HDL dan LDL dalam darah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar