
Mengapa Makanan Berlemak Dapat Meningkatkan Kolestrol?
Terdapat dua jenis kolestrol dalam tubuh, yaitu kolestrol
jahat (low density lipoprotein/LDL) dan kolestrol baik (high density
lipoprotein/HDL). Terlalu banyak kolestrol LDL dalam darah dapat menyebabkan penumpukan
lemak dipembuluh darah arteri. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya aliran
darah ke jantung dan otak sehingga meningkatkan resiko penyakit jantung dan
stroke.
Kadar kolestrol darah sangat dipengaruhi oleh lemak yang
kita konsumsi. Sebenarnya lemak sangat dibutuhkan oleh tubuh. Berbicara tentang
lemak, sebenarnya lemak itu sendiri merupakan unsur yang memiliki fungsi
sebagai pembantu proses metabolisme tubuh dari vitamin yang larut dalam
lemak. Tidak semua jenis lemak itu
membahayakan tubuh. Ada jenis lemak baik dan ada juga lemak jahat. Namun kita
harus bisa memilih dan membedakan antara keduanya agar tidak tertukar
mengkonsumsi lemak jahat. Berikut adalah informasi mengenai lemak baik da lemak
jahat :
Lemak Baik
Lemak baik pada umumnya terdapat dalam jenis lemak tidak
jenuh.
Jenis-jenis lemak baik :
1. Asam lemak tak jenuh tunggal
Jenis lemak ini ditemukan pada berbagai makanan dan minyak,
seperti alpukat, minyak zaitun, minyak kanola, dan kacang-kacangan, seperti
kacang almond dan hazelnut. Asam lemak ini membantu mempertahankan kadar
kolesterol HDL dan menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian menunjukkan
bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh tunggal dapat meningkatkan
kadar kolesterol darah yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Penelitian juga menunjukkan bahwa asam lemak ini bermanfaat untuk mengontrol kadar
insulin dan kadar gula darah yang akan menurunkan risiko penyakit diabetes
melitus tipe 2.
2. Asam lemak tidak jenuh ganda
Jenis lemak ini banyak ditemukan di makanan yang ditanam,
seperti buah-buahan dan sayuran, serta juga dapat ditemukan dalam minyak sayur.
Asam lemak ini membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Penelitian juga
menunjukkan bahwa konsumsi makanan tinggi asam lemak tidak jenuh ganda dapat
meningkatkan kadar kolesterol dalam darah sehingga dapat menurunkan risiko
penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.
Lemak Jahat
Lemak jahat dapat diperoleh tubuh dari jenis lemak jenuh dan
lemak trans.
1.Lemak jenuh
Lemak jenuh terdapat pada makanan, seperti daging merah,
ayam, produk susu, seperti keju dan es krim, santan, mentega, dan margarin.
Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL. Jenis kolesterol inilah
yang meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes melitus tipe 2.
2. Lemak trans
Jenis lemak ini biasanya terdapat dalam jumlah sedikit pada
makanan, seperti pada daging dan produk susu. Sebagian besar lemak trans dapat
ditemukan dalam makanan yang digoreng. Makanan yang melalui proses penggorengan
mengandung lemak trans karena minyak sayur yang dipakai untuk menggoreng
mengalami proses hidrogenasi parsial yang menghasilkan lemak trans pada makanan
tersebut. Hidrogenasi parsial lemak trans dapat meningkatkan kadar kolesterol
LDL serta menurunkan kadar kolesterol HDL. Oleh karena itu, terlalu banyak
mengonsumsi makanan yang digoreng dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Lemak
trans dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Asupan lemak trans
direkomendasikan tidak lebih dari 2% energi yang didapat dari makanan.
Kolesterol sebagian besar diproduksi di hati dari
berbagai jenis lemak yang dimakan oleh Anda. Sehingga, jika Anda terlalu banyak
makan makanan yang mengandung lemak trans, maka kadar kolesterol LDL Anda akan
meningkat. Jenis lemak yang kita makan mempengaruhi jumlah total kolesterol HDL
dan LDL dalam darah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar